10 KULINER MBLUSUK KAMPUNG JOGJA
Alih-alih ada di lokasi strategis agar mudah dijangkau konsumen, 10 tempat makan ini malah mblusuk ke dalam kampung. Rasa yang telah teruji dan layanan yang bersahabat mungkin adalah kunci larisnya kuliner ini. Meskipun terselip di gang-gang kecil, namun tetap dicari.
YogYES sempat beberapa kali kebingungan dan tersesat saat berusaha menemukan. Meskipun begitu tak ada yang perlu disesali ketika berhasil merasakan kelezatan masakannya. Mangut lele dengan kekayaan bumbu, bakmi yang nyamleng, hingga ingkung yang menggoda, semua patut dicoba.
Di sebuah lorong dengan peringatan untuk menuntun motor, antrian sudah mengular menuju sebuah pintu dapur rumah pertama di lorong tersebut. Rupanya ini adalah barisan manusia yang kelaparan menjelang tengah malam. Warung gudeg ini mendapat sebutan Gudeg Pawon dikarenakan melayani pembelinya langsung di dalam dapur alias pawon. Daging ayam kampung yang empuk serta rasa gudeg yang tak terlalu manis membuatnya diterima masyarakat di luar Jogja. Lihat alamat dan peta lokasinya di
![]() |
Gudeg Pawon |
Setelah sempat tersesat karena letaknya yang tersembunyi, akhirnya YogYES berhasil menemukan rumah sekaligus warung makan milik Mbah Marto. Menu mangut lele yang sudah termahsyur di antara para penggila kuliner menjadi pilihan makan siang kami. Menikmati lezatnya olahan masakan tradisional langsung di dapur yang dindingnya penuh jelaga menjadi romansa tersendiri. Lihat alamat dan peta lokasinya di https://www.yogyes.com/id/places/960/
![]() |
LELE MANGUT MBAH MARTO |
Urusan welut tampaknya Pak Sabar yang jadi juara. Apalagi bila sudah dipadupadankan dengan sambel bawang yang pedas menggigit. Terselip di daerah Selatan Jogja, sambel welut ini tetap ramai pengunjung karena jaminan rasa. Selain welut juga ada beberapa jenis ikan tawar lainnya seperti ikan gabus dan lele. Lihat alamat dan peta lokasinya di https://www.yogyes.com/id/places/961/
![]() |
WELUT PAK SABAR |
Meski harus masuk ke dalam kampung untuk menemukan bakmi ini, para penggila bakmi jawa pasti tak akan merasa keberatan karena jaminan rasanya. Sejak dirintis hampir tiga dasawarsa silam, Bakmi Mbah Mo punya penggemar tersendiri. Setiap pembeli pun harus rela bersabar karena tiap piring yang tersaji dimasak satu per satu dengan bara api sebagai pemanasnya. Lihat alamat dan peta lokasinya di https://www.yogyes.com/id/places/962/
![]() |
BAKMI MBAH MO |
Kami harus rela pergi ke selatan Jogja demi mendapatkan semangkuk bakso berisi empat buah bakso halus bersanding dengan bakso goreng yang krispi, irisan tahu, dan mie kuning basah. Meski begitu tak ada yang perlu disesali karena jarak yang jauh terbayar oleh kelezatan bakso tanpa pengawet ini. Lihat alamat dan peta lokasinya di https://www.yogyes.com/id/places/963/
![]() |
BAKSO GORENG JOGJA |
Desain interior yang serba kayu dan ornamen-ornamen tradisional, serta para pekerjanya yang berpakaian lurik adalah salah satu hal yang membuat Bakmi Mbah Gito dijadikan pelarian dari bisingnya kota. Di sini kita bisa menikmati beragam menu seperti bakmi, soto, rica-rica, hingga nasi goreng. Tempatnya yang berada di daerah kampung membuat suasana tempo dulu semakin terasa. Lihat alamat dan peta lokasinya di https://www.yogyes.com/id/places/964/
![]() |
BAKMI MBAH GITO |
Jogja memang identik dengan kuliner serba manis. Namun, di ayam goreng mbah Cemplung ini kita akan merasakan sensasi gurih dan asin yang lebih dominan. Selain itu, daging ayam kampung yang dikenal lebih keras ketimbang ayam broiler tidak akan kita temui karena Mbah Cemplung mengolah ayam kampung kemanggang menjadi sangat empuk. Dengan kelezatan semacam itu, tak masalah rasanya menjelajah Bantul untuk menemukannya. Lihat alamat dan peta lokasinya di https://www.yogyes.com/id/places/877/
![]() |
AYAM GORENG MBAH CEMPLUNG |
Ikan gabus dan berbagai hidangan ikan air tawar dari Sungai Bedog dan Progo menjadi primadona kuliner sebuah rumah makan di daerah Ki Ageng Mangir Wonoboyo dulu berkuasa. Di tempat ini, kita juga menemukan kuliner unik nan langka. Baca selengkapnya di https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-culinary/rumah-makan-legokan-ngancar/
![]() |
GABUS KI AGENG MANGIR WONOBOYO |
Meskipun namanya Pecel Baywatch tapi letaknya bukan di Pantai, jangan pula berharap ada Pamela Anderson dengan bikini merahnya, karena yang ada adalah simbah-simbah tua. Pecel ini ada di daerah Kasongan, Bantul. Tempatnya pun sangat sederhana. Meski begitu, sayuran kembang turi di dalam pecelnya yang sudah langka itu menjadi magnet bagi para penggila pecel.
![]() |
PECEL BAYWATCH |
Di dekat situs Candi Sambisari, ada komplek saung bambu yang tampak menonjol di antara lahan persawahan. Di tempat itulah kita bisa menikmati kelezatan Soto Bathok Mbah Katro. Saoto merupakan sebutan soto yang lazim di daerah Solo sama seperti coto yang biasa digunakan di Makasar. Jauh dari kebisingan kota, didukung suasana pedesaan yang asri, tak ayal menjadikan kuliner Soto Bathok Mbah Katro sebagai menu sarapan pilihan di daerah Kalasan. Sesuai namanya, Soto Bathok Mbah Katro memang disajikan di dalam mangkuk yang terbuat dari tempurung kelapa. Baca selengkapnya di http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-culinary/saoto-bathok-mbah-katro/
![]() |
Soto Bathok Mbah Katro |